Sunday, August 25, 2013

PENANAMAN KECAMBAH SAWIT

Penanaman | Penyiraman | konsolidasi | Kecambah Bibit Sawit
 
KECAMBAH SIAP TANAM
Kecambah siap tanam memiliki Radikula (calon akar) dan Plumula (calon daun), calon akar mempunyai warna yang kecoklatan, kasar dan tumpul sedangkan bakal daun berbentuk seperti tombak, halus dan berwarna putih kekuning kuningan.
 
1.    Kecambah terlebih dahulu disterilkan dengan larutan Dithane M45 konsentrasi 0.1 – 0.2 %.
2.    Penanaman kecambah dapat dilakukan minimal dua hari setelah bedengan disemprot dan satu hari setelah kantong babybag disiram.
3.    Kecambah ditanam didalam babybag yang diberi lobang ditengah sedalam 2 cm yang dibuat dengan jari tangan atau kayu dengan bakal daun menghadap keatas, bakal akar menghadap ke bawah dan jangan terbalik karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang melintir dan terhambat.
4.    Penanaman bibit yang terlalu dangkal akan menyebabkan pertumbuhan bibit sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan kelembaban permukaan. Penanaman bibit terlalu dangkal akan menghasilkan bibit tidak sehat (terjepit tanah).
5.    Kecambah yang belum jelas bakal daun dan akar sebaiknya ditunda penanamannya, sebaliknya bakal akar yang sudah terlalu panjang dapat dapat dipotong hingga tinggal 5 cm.
6.    Penanaman dikerjakan oleh sekelompok orang yang terdiri dari 3 orang, orang pertama bertugas membuat lubang, orang kedua bertugas melakukan penanaman kecambah yang dibawa dalam wadah berukuran 50 x 30 x 10 cm dan dialasi dengan goni basah, dan orang ketiga melakukan penutupan lobang dengan tanah sehingga seluruh kecambah tertutup.
7.    Setiap jenis persilangan ditanam dalam satu kelompok dan diantara persilangan diberi tanda/patok yang memberikan informasi mengenai tanggal tanam, jenis persilangan, asal kecambah dan jumlah.

Penyiraman 
1.    Penyiraman bibit sawit dilakukan setiap hari  pada   waktu  pagi  dan  sore .  Kecuali  hujan lebih dari 8 mm pada siang ataupun malam.
2.    Penyiraman pertama dilakukan setelah   kecambah   ditanam   sekaligus   untuk   memeriksa jika terdapat penanaman kecambah  yang kurang dalam atau kurang sempurna.
3.    Jika terjadi genangan dalam babybag, air dibuang dengan cara   membuat   lubang dengan kayu berukuran 0.5 cm dan perlu dijaga agar sewaktu mencucukkan kayu  tidak mengenai kecambah.
4.    Jika penyiraman dilakukan dengan gembor, lubang gembor diusahakan   sehalus   mungkin   dan penyiraman dilakukan sedekat mungkin dengan permukaan tanah agar struktur tanah tidak rusak.

Konsolidasi
1.    Konsolidasi pertama dilakukan untuk menegakkan jika ada posisi   babybag   yang miring, menambah tanah jika dijumpai adanya kecambah sawit yang muncul kepermukaan tanah.
2.    Konsolidasi berikutnya adalah menegakkan bibit jika tumbuh miring atau membuang   satu  bibit jika terdapat dua bakal bibit / daun  dalam satu  kecambah.  Biasanya dilakukan setelah bibit berumur kurang lebih satu bulan.

No comments: